Showing posts with label Sastra dan Fanfiction. Show all posts
Showing posts with label Sastra dan Fanfiction. Show all posts

Wednesday, April 6, 2011

HELP ME! (CAN NOT STOP NIGHTMARE) part 1 - Fanfiction

Author: Livie Hirasawa Yl

"Aku berharap ini hanya mimpi buruk..
Keluar dari kegelapan yang menyelimutiku..
Aku ingin segara bangun….
Tapi ini bukan mimpi……."

Seorang gadis duduk di sebuah kursi besi, badannya kurus dan wajahnya pucat. Rambutnya yang kecoklatan awut-awutan tidak terurus, sorot matanya sangat menyedihkan. Tidak akan ada yang menyangka dulunya dia gadis yang cantik, tangannya di borgol dan kakinya bergetar, perasaannya kalut seperti sedang di kejar-kejar sesuatu. Dua orang pria duduk di depannya, mereka di batasi sebuah meja kayu yang rapuh dan di makan rayap. Mereka terus menatap gadis itu, satunya memandang bengis pada gadis itu, satunya lagi seperti merasa kasihan. Gadis itu menatap kipas angin yang berputar di atas kepalanya, kipas itu sudah berdebu.

“Nona Yoshioka Yui, mengapa anda masih tidak ingin mengaku?” tanya pria yang berbadan besar dan berwajah sangar.
Gadis itu tidak menjawab, hanya terus menatap baling-baling kipas itu. Air matanya mulai menetes lagi.
“Jawab!!!!”
Pria itu mulai hilang kesabarannya dan meninju meja, meja yang rapuh itu sepertinya sebentar lagi akan remuk terkena hantaman pria besar itu.
“Sudah aku bi..lang, bukan..bu..kan aku yang me..la..ku..kannya.” kata gadis itu terbata-bata sambil terisak.
“Kau terlalu kasar padanya.” Kata pria kurus tinggi yang duduk di sebelah pria besar itu.
“Aku tidak tahan!!! Kau saja yang menanyai dia!!”
Pria besar itu bangkit dari duduknya dan menatap dinding, mencoba menahan emosi. Pria kurus tinggi itu menatap gadis yang di depannya dan tersenyum.
“Nona, lebih baik kau mengaku. Aku tahu kau masih muda, cantik, dan berbakat. Tapi kau terbukti bersalah, jika kau tidak mengakui kesalahanmu, hukumanmu akan lebih berat.”
Gadis itu menggelengkan kepalanya, berusaha menahan air matanya yang ingin jatuh lagi.
“Bukan aku yang melakukannya sungguh, aku tidak bersalah.” Kata gadis itu.
“Lalu?, apa kau akan bilang lagi kalau hantu yang membunuh mereka!!!” kata pria berbadan besar.
“Itu benar, tolonglah percaya padaku. Hantu Aoi yang membunuh mereka. Tidak mungkin aku akan membunuh orangtua dan pacarku sendiri.”
“Mohon percaya padaku..” gadis itu menatap penuh harap pada dua pria yang ada di depannya.
Mereka tidak akan pernah percaya padamu…
Sebuah suara yang tak asing lagi berbisik di telinga gadis itu. Gadis itu mengepalkan tangannya, mulai ketakutan saat suara itu mulai mengusiknya lagi.
Kau ingin mengatakan pada mereka kalau aku yang membunuh ha..ha…ha..
Mereka akan berpikir kau sudah gila…
Tidak ada akan yang pernah percaya padamu Yui ha..ha..ha…
Suara tawa itu makin keras dan berdengung di kepala gadis itu. Gadis itu merasa kepalanya akan meledak.

“Hantikan!!!Tidak!!!!!!!!” gadis itu berteriak.
“Ah!!!!!!!!!, jagan ganggu aku!!!!!” gadis itu berteriak histeris seperti hilang kesadaran.
“Bawa dia kembali ke selnya.” Kata pria berbadan besar.
Dua orang pria lainnya masuk ke ruangan itu, dan membawa gadis itu kembali ke selnya.
“Tolong selamatkan aku, dia terus mengangguku.” Gadis itu terus menangis.
“Kau adalah gadis gila.” Kata salah satu pria yang membawanya.
“Aku tidak gila, tolong percaya padaku.”
Salah satu pria mendorong gadis itu hingga masuk kembali ke dalam sel, lalu pintu berjeruji besi itu menutup.
“Tolong selamatkan aku, aku mohon!!!!” gadis itu berteriak.
Tapi mereka tidak peduli pada gadis yang mereka pikir sudah gila, mereka meninggalkan gadis itu. Gadis itu meringkuk di sudut sel, dan suara bisikan itu muncul lagi.
Tidak akan ada yang menolongmu ha..ha..ha…

-----

Pintu masuk Budokan sudah mulai ramai dengan orang-orang yang antri, mereka sudah tidak sabar ingin menonton pertunjukan Yoshioka Yui, penyanyi berbakat yang masih muda dan sedang naik daun.
Yoshioka Yui memandang pantulan wajahnya di cermin, dia tersenyum.
“Akhirnya hari ini datang juga.” Katanya.
Yui mulai memperhatikan riasannya, sebenarnya tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tidak ada make up tebal di sana yang di khawatirkan akan luntur. Hanya bedak yang tipis dan lipstick coklat sewarna bibir, pakaiannya pun tidak menunjukkan dia seorang penyanyi terkenal. Yui hanya mengenakan jins, dalaman t-shirt putih, kemeja kotak-kotak yang di jadikan sebagai luaran dan di gulung lengannya, juga sepasang boots hitam. Itu yang membuat Yui berbeda dari penyanyi jepang saat ini, penampilannya sederhana. Tapi dia terlihat sangat sempurna di cermin itu, dia memiliki kecantikan alami dan itu menjadi image yang di jual Yui di antara maraknya operasi plastik yang di jalani artis-artis sekarang.
“Apa sudah siap?” menejernya mengetuk pintu.
“Iya, sebentar lagi aku keluar.” Kata Yui.
Tidak lama kemudian Yui keluar dari kamar ganti, semuanya sudah siap.
“Aku sedikt gugup.” Kata Yui pada menejernya.
“Santai saja, seperti baru konser pertama kali saja.” Menejernya menepuk pundak Yui.
Walaupun sudah pernah mengadakan konser besar, konser di Budokan adalah yang pertama baginya. Seperti yang di ketahui tidak semua penyanyi Jepang bisa merasakan konser di panggung Budokan, hanya penyanyi yang benar-benar terkenal yang bisa konser di tempat ini, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Yui.
“Kau tinggal berjalan dengan keren.” Lanjut menejernya lagi.
“Kalau aku terjatuh si atas panggung bagaimana?” tanya Yui.
“Itu akan menjadi sejarah tidak terlupakan di panggung Budokan.”
Yui cemberut mendengar kata-kata menejernya, setelah di beri aba-aba Yui mulai muncul dari sisi panggung, sorak-sorai penonton mulai terdengar menyambut kedatangannya. Lampu panggung sudah di padamkan, hanya ada lampu untuk menyorotnya saat berjalan, Yui terus melangkah, tangannya memegang case gitar. Sambil berjalan dia berdoa agar tidak tersandung dan membuat sejarah di sini. Semakin dia mendekat ke arah penonton, teriakan penonton makin keras dan bergema di seluruh panggung Budokan, sebagian besar memanggil namanya. Akhirnya Yui sampai di bibir panggung, dia lalu duduk bersila di lantai. Mengeluarkan gitar dari casenya. Case gitar itu di letakkan di depannya, Yui mengeluarkan lilin dan korek api dari saku kemejanya, dia menyalakan lilin itu dan meletakkannya di atas case gitar. Tidak ada mike di sana, Yui hanya mengandalkan gema di ruangan itu untuk benyanyi. Penonton mulai hening saat Yui mulai memetik senar gitarnya.

Dare no tame ni ikite iru no?
Saenai hibi o sugoshite
Yowasa mo itami mo
Dono kurai kanjiteru no?
Tarinai kinou ni obore

Yume ni kaita kyou
Soroenakute mo yeah yeah
Yoake mae no matataku hoshi ha
Kiete itta no?
Asu he itta no?
Tomorrow never knows..
It`s happy line.

Suara Yui yang indah bergema di seluruh ruangan, penonton terhanyut dengan nyanyian Yui.
----

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou
Soroenakute mo yeah yeah

Suara nyanyian Yui mengalun dari siaran TV yang ditayangkan secara live. Seorang gadis berambut coklat sebahu melihat acara itu, dia lalu menekan remot dan mengganti ke saluran acara yang lain, tidak ada acara yang menarik hari ini, lalu dia mematikan TV. Gadis itu menggerakkan kursi rodanya hingga ke depan cermin besar yang terletak di tengah-tengah kamarnya, dia lalu mengambil sisir yang terletak di atas meja, dan menyisir rambutnya. Dia melihat pantulan wajahnya di cermin, matanya, hidungnya, mulutnya semua sama persis dengan Yoshioka Yui, dia adalah saudara kembar Yoshioka Yui, Yoshioka Aoi. Mereka berdua sangat mirip, keelokan yang di miliki Yui juga di milikinya. Tapi yang membedakan dirinya dengan Yui adalah kakinya, Aoi sudah cacat sejak lahir dia lumpuh dan terus berada di atas kursi roda.
“Mengapa wajahku harus sama dengannya? aku benci wajah ini.” Kata Aoi.
Sejak dulu dia selalu iri dengan Yui, iri karena Yui memiliki sepasang kaki normal. Yui yang bisa berlari dengan gembira dengan sepasang kaki utuh, sedangkan dia hanya meringkuk di kursi roda. Yui yang memiliki bakat menyanyi dan sekarang sudah menjadi penyanyi terkenal, dia benci kepada Yui. Benci saat Yui menceritakan kisah seru selama perjalanan konser, dia benci saat Yui dengan sombongnya menceritakan tempat indah yang dia kunjungi, sementara dia hanya meringkuk di kamar sendirian dan terus terkurung di sana bertahun-tahun.
Aoi merasa hidupnya tidak adil, keluarganya juga menunjukkan sikap pilih kasih padanya. Ayah mereka merupakan pengusaha cukup sukses, dan Ibunya wanita arogan yang selalu berusaha menjaga imagenya. Sejak kecil Aoi selalu di sembunyikan, seakan-akan dia adalah aib bagi keluarga, apa lagi sejak Yui menjadi penyanyi terkenal. Keluarganya semakin menyembunyikan keberadaannya, mereka tidak ingin wartawan tahu Yui mempunyai saudara kembar yang cacat.
Aoi mengalihkan pandangannya dari cermin, lalu dia menggerakkan kursi rodanya ke sebuah meja, meja yang penuh berisi kertas yang berisi manga buatannya. Aoi mulai menggambar manga itu, dan dia tersenyum. Dia berhenti bekerja saat pintu kamarnya di ketuk. Aoi membuka pintu, pelayan membawakannya makanan dan minuman. Ibunya berdiri di belakang pelayan dan berjalan masuk.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya ibunya.
Aoi mengacuhkan ibunya, pelayan rumahnya meletakkan serbet di pangkuan Aoi. Aoi mulai memakan makanannya.
“Mengapa tidak menjawab?”
Aoi berhenti mengunyah lalu menatap tajam pada ibunya.
“Mengapa selalu bertanya hal yang sama dan membosankan setiap hari?, mengurung aku di kamar ini bertahun-tahun kau tahu jelas keadaanku, mengapa masih pura-pura bertanya?”
“Baiklah, sepertinya kau tidak senang aku mengunjungimu.” Ibunya keluar dari kamarnya.
Aoi menatap sosok ibunya dengan penuh kebencian
To be continued…..
BERIKAN KOMENTAR JIKA TERTARIK MEMBACA KELANJUTANNYA...

Jika Anda Suka Entri ini Tekan
CTRL+D.....
...Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Tuesday, March 22, 2011

Bad Sister ( fanfiction )



Author : L Hirasawa

Yui melihat pemandangan dari jendela pesawat, sebentar lagi penerbangan dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea akan segera sampai. Yui memperhatikan wanita berusia 37 tahun di sampingnya, wanita itu masih muda dan cantik, dia adalah ibu Yui. Mungkin saat melihat sekilas orang akan berpikir mereka kakak adik. Ibunya tersenyum pada Yui, sementara Yui kembali mengalihkan pandangan ke arah jendela.
“Sebentar lagi akan sampai.” Ibunya mengenggam tangannya, Yui menepis tangan ibunya.
“Kalau ibu ingin pergi mengapa harus mengajakku?, aku bisa tetap tinggal di Jepang bersama ayah.”
“Bagaimana mungkin aku akan membiarkanmu tinggal dengan orang itu, kau tahu ayahmu pengangguran dan kerja serabutan.”
“Aku bisa kerja sambilan sambil sekolah, selama ini aku juga sudah melakukannya.”
Suara Yui bergetar, dia berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh.
“Ibu hanya ingin kau bahagia, selama ini kau banyak menderita, itu tidak akan terjadi lagi.”
Ibunya menatap dengan mata penuh kesedihan, Yui tidak tahan melihat mata ibunya yang seperti itu, dia menunduk dan jari-jarinya memainkan kancing kemejanya.
“Jadi itu kah alasan sekarang Ibu menikah dengan orang kaya?, hanya demi diriku? Atau ibu tidak tahan lagi hidup menderita?”
Yui kaget kata-kata itu tiba-tiba meluncur dari bibirnya. Mata Ibunya yang tadi berkaca-kaca sekarang meneteskan air mata.
“Apakah kau berpikir ibu orang yang seperti itu?, ibu sudah dua tahun menjadi janda, apakah salah ibumu menikah lagi?”
Yui hanya diam, dia ingin membalas lagi tapi hati nuraninya berkata sudah cukup dia menyakiti ibunya seperti itu. Ingin menikah lagi itu memang hak ibunya, tapi bagaimana dengan dia?, orangtuanya bercerai dua tahun lalu, dia tidak mengerti mengapa itu terjadi, padahal mereka dulu adalah keluarga kecil bahagia dan sekarang ibunya menikah dengan pengusaha kaya dari korea, pengusaha itu membunyai cabang perusahaan di jepang dan ibunya bekerja di sana. Pengusaha kaya itu juga seorang duda dan mempunyai seorang putri yang lebih kecil beberapa bulan darinya, dia ingin ibunya bahagia tapi mengapa dia harus terlibat, dia ingin tetap di Jepang dan hidup bersama ayahnya, dia tidak perlu mengkhawatirkan ibunya dia tahu ibunya tidak akan hidup kekurangan bahkan mungkin berlimpahan tapi bagaimana dengan nasib ayahnya?
----
Jam beker ayam berbunyi, sebuah tangan terjulur dari balik selimut dia menggapai jam beker itu dan membantingnya ke dinding jam beker itu hancur berkeping-keping.
“Siapa yang memasang alaram pagi-pagi!!!”
Gadis yang dari balik selimut itu bangun dan menguap, dia mengacak-acak rambutnya.
“Ayah yang memasangnya!!” terdengar suara berat laki-laki.
“Ayah kau pulang ke rumah?, aku pikir kau baru kembali besok.”
Gadis itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut lagi bersiap untuk tidur kembali, ayahnya menyambar selimut itu dan membuangnya ke lantai.
“Bangun sekarang!!. Apa kau bolos lagi?, aku mendapat panggilan dari sekolah.”
“Aku baru bolos dua hari, sehari ini saja aku mohon.”
“Ham Eunjung!!!” suara ayahnya menggelegar seperti ingin merobohkan dinding.
“Aku mandi sekarang, aku cuma bercanda ayah.”
Eunjung mengalungkan kedua lengan keleher ayahnya, ayahnya hanya menghela napas, dia selalu kalah jika putrinya sudah seperti ini.
“Cepat mandi, ayah tunggu sarapan.”
Ayahnya mengelus rambut Eunjung dengan penuh kasih sayang.
----
Eunjung memasang headphones di telinganya, dia menari mengikuti iringan musik sambil menuruni tangga. Ayahnya sudah menunggu dibawah. Eunjung melepas headphonesnya, dia meraih roti tawar dan mengolesnya dengan mentega.
“kau tahu calon ibu dan kakak tirimu akan tiba hari ini.”
“Ayah aku sedang sarapan, tidak bisakah kau membicarakan hal yang tidak membosankan seperti sekarang?”
“Eunjung!!” ayahnya menatap tajam.
“Baiklah, aku mendengarkan.” Eunjung menggigit rotinya.
“Ayah cuma ingin kau bersikap baik dengan mereka.”
“Aku tidak akan pernah menerima mereka, anggap saja aku bukan bagian dari rumah ini hanya orang yang pulang pergi menumpang tidur dan makan.”
“Ayah mohon, sekali ini saja.” Ayahnya menatap penuh harap.
“Lalu saat waktu itu aku memohon ayah jangan menikah lagi apakah ayah mendengarkan aku?, aku tidak ingin bertengkar sekarang aku berangkat sekolah dulu.”
Eunjung mengecup pipi ayahnya sekilas lalu dia melangkah keluar.
----
Yui mendengar lagu melalui ipodnya, tangan kanannya memegang koper dan tangan kirinya memegang case gitar. Ibunya berjalan di sampingnya. Sesosok pria tinggi tegap berjalan ke arah mereka, senyum ibunya terkembang. Yui memalingkan wajah.
“Bagaimana kabar kalian?” tanya pria itu.
“Baik-baik saja, Yui ayo beri salam.” Kata ibunya.
“Apa kabar ahjussi.” Yui membungkuk.
“Sudah enam bulan tidak bertemu, kau bertambah cantik seperti ibumu.”
Yui hanya diam, wajahnya tanpa ekspresi.
Mereka lalu masuk ke mobil dan mobil meluncur di jalanan.
“Yui apakah kau sudah pernah ke Seoul?” tanya ayah tirinya.
“Ini pertama kalinya.”
“Tapi bahasa koreamu sangat lancar sekarang, berapa lama kau mempelajarinya?”
“Setahun, ibu memaksaku belajar.” Yui menoleh ke ibunya.
“Kalau begitu kau tidak akan kesulitan saat di sekolah.” Lanjut ayah tirinya.
“Aku merasa aku akan sulit beradaptasi, tapi ibuku menyeretku ke sini.”
Ibu Yui pura-pura tertawa dan mencairkan suasana.
“Kau tenang saja, Yui akan bisa beradaptasi dia murid yang pintar.” Kata ibunya.
“Aku dengar kau selalu juara umum dan mendapat beasiswa?”
“Itu karena kami miskin, jadi aku terpaksa belajar untuk mengejar beasiswa. Tapi aku dengar ahjussi sangat kaya, aku pikir tidak perlu lagi belajar sekeras itu, ahjussi pasti mampu membayari uang sekolahku, benar kan?”
“Yui!!!” kata ibunya.
“Tidak apa, benar jangan belajar terlalu keras kau masih muda harus bersenang-senang juga.”
Akhirnya mereka sampai di rumah ayah tirinya. Rumah itu mempunyai pekarangan luas, suasananya nyaman dan asri.
“Wah banyak bunga, aku suka sekali berkebun.” Kata ibu Yui.
“Benarkah, kalu begitu apa aku harus memecat tukang kebun.” Ayah tirinya bercanda lalu ibunya tertawa.
----
Eunjung berjalan memasuki kantin, Nam Jihyun yang sedang memakan saladnya langsung tersedak.
“Eunjung-ah kau sekolah?”
“Mengapa?, memangnya aneh kalau aku masuk sekolah?”
“Aneh , apa lagi kau datang pagi, ini masih 15 menit sebelum masuk kelas, kau mimpi apa semalam?.”
“Mimpi buruk.” Eunjung meletakkan kepalanya di meja.
“Eunjung lihat kukuku, kemarin aku baru ke salon cantik bukan?” Jihyun menunjukkan kukunya yang di kuteks merah.
“Seperti nenek sihir.” Kata Eunjung malas-malasan.
“Kau ini menyebalkan.” Jihyun memasukkan salad ke mulutnya sambil cemberut.
“Benar-benar cantik, aigoo mengapa aku punya teman yang lucu, baik hati dan secantik ini.” Kata Eunjung.
“Kau ini aku tau aku memang terlahir seperti itu, tetapi mengapa kau lemas sekali.”
“Jihyun- ah apa kau pernah mendengar cerita Cinderella.”
“Tentu, itu dongeng favoritku, mengapa?”
“Temanmu ini benar-benar sudah jadi Cinderella sekarang.”
“Ayahmu benar-benar ingin menikahi wanita jepang itu?”
Eunjung mengangguk, Jihyun menghela napas.
“Eunjung kau tidak perlu khawatir, sebenarnya dirimu lebih menyeramkan dari ibu tiri Cinderella. Jadi ibu tirimu tidak akan berani macam-macam padamu.”
“Yahhhh!!!!” Eunjung berteriak.
Seisi kantin langsung diam, lalu semua orang keluar dari kantin.
“Lihat, semua orang di kantin keluar. Mereka takut padamu?” kata Jihyun dengan polos.
----
Eunjung melangkah memasuki rumah, dia melihat dua orang asing di ruang tamu bersama ayahnya. Pasti itu adalah ibu dan saudara tirinya.
“Eunjung kau sudah pulang?, beri salam pada ibumu.”
Eunjung melambaikan tangan sekilas.
“Hai ahjumma.”
Lalu Eunjung menaiki tangga.
“Maaf dia tidak sopan.” Kata ayahnya.
“tidak apa, bisa di maklumi anak jaman sekarang.”
“Kalau boleh aku ingin permisi ke atas.” Kata Yui.
“Baik, istirahatlah yang banyak.” Kata ayahnya.
Yui menaiki tangga, Eunjung menatap tajam padanya.
“Apa rencana ibumu dan juga kau sebenarnya?, memperalat ayahku?” kata Eunjung.
Yui berhenti dan tersenyum sarkatis.
“Sepertinya kau terlalu sering membaca cerita tentang ibu tiri?, tapi ini adalah dunia nyata.” Kata Yui.
“Sampai kapan pun aku tidak akan menerimamu jadi saudaraku, aku benar-benar akan membencimu.” Kata Eunjung.
“Benarkah?, baguslah. Aku juga membencimu.” Kata Yui datar.
Eunjung menatap Yui heran, dia berpikir Yui akan berpura-pura manis padanya. Yui lalu berjalan memasuki kamarnya yang berada di sebelah kamar Eunjung.
----
Yui melihat jam tangannya, hari ini hari pertama dia masuk sekolah tapi dia harus menunggu Eunjung yang juga belum bangun. Yui membuka pintu kamar Eunjung dan melihat makhluk itu sedang tertidur pulas.
“Bangun!! Aku bisa telat pergi sekolah!!” Yui berteriak di telinga Eunjung.
Tapi tidak ada tanda-tanda Eunjung terbangun dari tidurnya. Yui mendapat ide, dia menyalakan musik keras-keras dari ponselnya.
“berisik!!!!” Eunjung menyambar ponsel Yui dan melemparnya ke lantai, hingga ponsel Yui layarnya retak.
“Yah itu ponselku!!!”
“Ayahku akan membelikan yang baru.” Kata Eunjung dengan malas.
“Apakah itu masalahnya?, minta maaf padaku.” Kata Yui.
“Tidak akan.”
“Aku bilang minta maaf padaku!!!” Yui berteriak.
“Ada apa pagi-pagi sudah ribut?” tanya ibu Yui.
“Ahjumma ingin memarahiku?, aku merusak ponselnya. Ayo coba saja marahi aku.” Kata Eunjung.
Yui mengambil ponselnya yang retak.
“Sudah jangan ribut lagi, Yui kata ayahmu kau akan di antar duluan.” Kata ibunya.
“Aku tidak akan pergi sebelum dia minta maaf padaku.” Kata Yui.
“Sudah jangan meributkan ini, kau bisa telat.” Kata Ibunya.
Yui lalu keluar dari kamar dia menatap tajam pada Eunjung.
“Eunjung sekarang kau harus mandi.” Kata Ibu tirinya.
“Aku mau bolos sekolah.” Kata Eunjung pendek.
“Kau harus pergi sekolah, kasihan ayahmu.”
“Ahjumma tidak perlu perhatian padaku, anggap saja aku tidak ada.”
“Bagaimana mungkin aku tidak memperhatikanmu, aku ibumu?”
“Bagaimana kau bisa jadi ibuku, aku bukan anak yang lahir dari rahimmu. Ibu kandungku akan menangis di surga kalau aku mengakuimu jadi ibuku.”
Ibu Yui tersenyum dan mendekat, lalu dia mengelus kepala Eunjung.
“Aku tahu sulit bagimu, tapi aku harap suatu hari kau bisa menerimaku.”
Eunjung menepis tangan Ibu Yui.
“Berani-beraninya kau menyentuhku, pergi!!”
Ibu tirinya lalu keluar kamar, air mata Eunjung menetes sesaat dia teringat ibu kandungnya sering mengelus kepalanya seperti itu.
“Ibu…”
----
Yui berjalan melewati koridor, sebuah bola basket hampir menghantam kepalanya tapi ditangkap oleh seseorang. Laki-laki yang menangkap bola itu tersenyum manis, dia tampan dan mempunyai senyum lucu.
“Apakah kau tidak apa-apa?” tanya laki-laki itu.
“Apakah kau yang bermain bola dan hampir mengenaiku?” tanya Yui.
“Ya, maafkan aku nona manis.” Kata laki-laki itu masih tersenyum.
“Apakah lapangan basket sudah pindah?, mengapa kau bermain di koridor kelas?”
“Hanya iseng saja. Maafkan aku.”
“Apakah kau tidak berpikir akibatnya?, bagaimana kalau bolamu mengenai orang lain.”
“Kau masih marah, aku sudah minta maaf.”
Yui tidak menjawab lalu berjalan melewati laki-laki itu.
“Kim bum….”
Kyuhyun memanggil temannya, laki-laki itu menoleh.
“Ada apa?” tanya Kyuhyun.
“pagi-pagi bertemu perempuan menyebalkan.” Jawab Kim bum
To be continued…..(jika anda berminat untuk membaca kelanjutannya tolong tinggalkan komentar)

( jika ingin copy-paste cantumkan nama penulis dan nama blog kelastkj.blogspot.com)

Jika Anda Suka Entri ini Tekan
CTRL+D.....
...Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Saturday, January 1, 2011

contoh naskah drama ( KEBAIKAN MEMBAWA BERKAH )

hari ini gw kasih naskah drama yang saya dan temanku karang. naskah drama yang dengan bahasa melayu belitung asli, karena saya orang belitung, hahaha. bercerita komedi dan persahabatan dan juga nasehat. selamat membaca.

karya : noviyandi dan fenny sussanti

KEBAIKAN MEMBAWA BERKAH

Suatu hari, Disiang hari yang panas…

EDO : “Woy du, Ngamen Yok ! .”

DUDU : “Yuk , Kite ngamen di perempatan ajak, nak ke? .”

EDO : “ Auk lah! .”

Setelah beres ngamen , lalu mereka mengitung duit hasil ngamen di sebuah gang yang tak jauh dari lokasi ngamen .

DUDU : “ Hahaha…lihat nih... (dengan wajah bangga) . asek hari ini dapet RP. 60.000 coy! (dengan suara yang gembira) .”

EDO : “ kite hari ini dapat makan enak wak !.” kau nak makan ape??? Aku nak makan ayam guring ….

Tiba-tiba datang 2 orang preman berwajah garang

PREMAN 2 : “Wooy!! (sambil berteriak)mikak yang disana!! Sinek cepat ! .”

DUDU : “i iye..iye bang ade ape? (dengan perasaan takut) .”

Arsa : “mikak bedue ngamen di daerah sinekkan? (dengan suara yang tegas ).”

EDO : “ iye bang memangnye ke kenape, bang ? (dengan gugup) .”

Preman 1 : “emang nye mikak dak tahu kamek ini siape???”

EDO : “ dak…dak.. tau bang…..”

Preman 2 : Kamek bedua neh Preman di sinek, Penguase….name kamek mr.johnk&mr.rayen…

mikak harus bayar war 50 % , karena mikak lah ngamen disinek tanpa izin , bener gak bos?

(dengan suar yang sambil menakut nakuti ) .”

PREMAN 1 : “BENAR, mikak jangan maen-maen same kamek , kamek udah pernah bunoh urang …jadi ... kalo mikak dak mau ngasih kamek duit , (sambil ngancam ) nanti ! biar aku yang ngasih duit ke kau bedua. “

PREMAN 2 : “Eeh boss! (sambil kaget) salah ukan kite yang berik duit ke mereka, mereka yang berik duit ama kite!! .. .”

PREMAN 1 : “ Oh iya ya biaselah aku lupa wkwkwk ( dengan tampang polos ) , (tiba tiba menjadi geram) Ya sudeh cepat!!.. berik duit mikak sekarang juak. “

EDO : “ Ja.. jangan bang! ( dengan wajah takut ) duit ini untuk kamek makan ayam guring war..Sisanye makan ayam opor , isok.. . “

PREMAN1 : “aduh!! jadi kau ngajak ribut ama aq! Oke lah, coy ? kite ambik paksa aja duitnye . “

DUDU : “yok, du. Kite lari...!!!!! .”cepat..!!!!

Mereka kabur tapi nasip sial datang pada mereka ,mereka akhirnya tertangkap juga dan disiksa habis-habisan !

EDO&DUDU : “aduuh!! Sakit …sakit..SAKET…!!!!(sambil meringis kesakitan ) .”

Preman 2 : “ Sukuriin tuh!!. Makan tuh sakit! , (sambil mengejek ) .”

DUDU : “hati-hati bang ! nnanti dapat batunye‘”

PREMAN 2 : “halaah! Banyak omong kau neh..diam aja kau toh..(dengan PD ) .”

Setelah itu tiba-tiba datang 2 orang

NANI : “heii mikak bedua ! (sambil berteriak ) . “

PREMAN1 : “ ape..ape..Ade ape ? nak ngape mikak same kamek? . “

DONI : “kau dak tau kamek..Kamek adallah ksatria baje hitam wkwkwk(dengan bangga dan polos ).”

NANI : “ ape??? kstaria baje hitam? (penasaran ) dak salah ke kau?

DONI : “ trus ape dong ? ( dengan tampang yang sangat polos ) . “

NANI :“ kite kan yang nak nulong ini urang, ye kan? (sambil bertanya kepada EDO dan DUDU).”

EDO&DUDU : “ Iye bener bang .”

PREMAN2 : “ Trus ngape mereka tahu y? Ah yausdahlah , hei! mikak diape e dari bocah-bocah ini ?

(bertanya kepada EDO dan DUDU) . “

EDO : “ Duit kamek dirampas kak! ( dengan wajah tampak sedih ) .”

NANI : “ hoaaaaa... ( dengan heran ) . iye ken? (bertanya kepada PREMAN ) . “

PREMAN 1 : “ iye kamek ambik duit mereka and kamek puluk yang sikse mereka ? ,”

DONI : “ woy! Kau! Yang Badan besar!! Balikin jak duit y. “

Preman 1 : “ Eeh ngga bisa dong! …no…no..no..(sambil geleng geleng jari tangan ) . “

DONI : “ CEPAT BALIK kEk ,KAU NAK CARI MASALAH, !!? ( menantang ) . “

Preman 1 : “ yok lah , siape takut! ( balik menantang ) . “

dudu : “aduh bang udah udah , kite selesai e pake musyawarah ajak.. ( dengan tampang santai ) .”

preman 2 : ”halaaah.. Diam kau! ( sambil mendorong dudu hingga jatuh ).”

Dudu : “ Aduuuh.. (merintih kesakitan ) .”

Saat itu mereka bertengkar , lalu para preman itu kalah dan kabur! dan nani mengambil uangnya .

doni : “ hahaha mampus mikak!! . “

nani : “ hahaha sana kalian!!.. (sambil mengibas ngibas kan kaki ) , Nih duitnye ! . “

edo : “Makaseh ye kak! (dengan wajah tersenyum ) .”

doni : “ Lain kali ati-ati ye.. di zaman sekarang ini makin banyak urang yang mireng otaknye kayak si bolot dan temanye tadi .”

DUDU : “Baik bang, makaseh yeh! Terus kamek harus membalas ape ama kakak dan abang ni ?

doni :” hmmm biaselah di depan kan ada kfc heehe, jadii tau kan? ( dengan polos berbicara ) . “

edo : “asek ayam guring..!!!”

nani : “ Heh jangan begitu lah, ngasin mereka .”

doni : “ hmmm ya sudah deh yang tadi Cuma becande,.”

Dudu : “ dak ape bang, kamek jamin kakak and abang ini , sebenarnye kamek hari ini dapat duit bUAnyak 400ribu jok, hasil nyopet tadi. “

nani&doni : ape MIKAK NYOPET!!!!!(mereka bedua segera memukul edo and dudu…)

KEMUDIAN DATANG FERY YANG MERUPAKAN TEMAN NANI DAN DONI

Fery : ade ape ini, haa??

Doni : ukan biak ini be 2 ne, lh isak kamek tulong muji duit biak ini ne lh kan di ambik dari pereman duit e. eh dak tau tek duit isak biak ini nyopet. (dengan kesal). Tau aci gitu tek belaer aku nulong e.

Fery : ich, dak kuang gitu juak kau ne, Don. Lah nulong urang, kite to harus ikhlas. Macam mane kau ne.

Edo : ih, btak tex bang. Macam mane lah. Hahaha (dengan bangga karna sudah di bela)

Kan kamek jamin juak ne.

Fery : kau sikok juak nyopet pula e. Nyopet to dak benar itu, lh bangge lah kau nyopet?? Haa?

Edo : (dengan wajah tertunduk) iye lah bang, L aku tau itu salah, muji lah lapar kamek, nak ngamen lum tentu 1 jam to dapat beli ayam guring untuk kamek be 2. Kamek minta maph lah, kamek dak gitu agik.

Dudu : betul.. betul.. betul (sambil mengangguk kan kepala)

Fery : haaa, bagus lah..

Nina : jadi kite nak gimane ini??

Doni : kite serahkan ajak dengan pihak berwajib dompet ini.

Fery : emang iye harus gitu. Kite kerumah paman aku lah. Paman aku kan polisi. Haha

Gimane?

Nina : ah, iy lah. Ide bagus itu. Tumben kau pintar.

Fery : emm, lah lamak kau dak tau ke??

Doni dan dudu : ayaaaaaa,,, dak jadi makan ayam guriiing tek L

TAK LAMA KEMUDIAN MEREKA PUN SAMPAI DI RUMAH PAMAN FERY. TERNYATA PAMAN FERY SEDANG MENGADAKAN PESTA SELAMATAN RUMAH BARUHNYA.

Fery : pak cik, ade appe ini ramai amat ( dengan bingung)

Pak ciK : aii, kau dak tau ke pak cik ne agik nyelamat e rumah, ngape mikak kesinek?? (dengan bingung karena fery ini jarang kerumah si pak cik)

Nina : kamek ade ketemu dompet, ini ne dompet e (memberikan pada pak cik)

Pak cik : emm,, (sambil memperhatikan dompet dengan teliti) kayak kenal kan dompet ini ne, (kemudian pak cik pun membuka dompet itu). Astaga iniii se dompet aku tek.

Doni, Dudu, Nina, Edo dan Fery : haaaaaaa?? (dengan kagetnya)

Edo dan Dudu : astajim, iy k ppak??

Aduh,, maaph pak.. maph e kamek.. maph y pak. Kamek dak tau itu to dompet bapak.

Kamek tau kamek lah salah, muji kamek lah nyopet (dengann wajah menyessal). Kamek dak kan ngulang e lah agik.

Pak cik : emm,, iy,, iy lha.. jangan ngulang e agik ye. Yang penting mikak lah ngakuk salah dan lah nak ngembali e nye. Lah aku maph e.

Dudu dan Edo : aduh, makase ye pak. Hehe

Nina : dengar itu jangan gitu agik.

Fery dan Doni : iy, awas mikak gitu.

Pak cik : emm, mikak masok ajak lah dari pada disinek bediri , penat kaki mending isi perut kenyang.

Dudu : iy.. iy pak. Ade ayam guring ke?

Pak cik : ape jak ade.

Dudu : hahahaha.. akhir e jadi juak makan ayam guring.

Dak sia-sia lah aku tek jadi urang baik.

AKHIRNYA DOMPET PUN DIKEMBALIKAN, MEREKA PUN MAKN DENGAN KENYANG DIRUMAH PAK CIK.

Monday, August 16, 2010

17 Agustus....

N'United Generation mengucapkan "Salam merdeka, Indonesia...!!!!"
teman gw mau beri puisi untuk memperingati 17 agustus....
selamat membaca....

MERAH PUTIH
oh. . Merah putih,,
kau adalah kebanggaan ku dan bangsa INDONESIAku. . .
Bertapa berharganya kau. . .
Melewati hari",dengan peperangan yg tidak terkendali,dan siksa"an yg telah para pahlawan kami alami. . .
Pertumpahan darah telah terjadi di indonesiaku ini ktika bngsa barat menginjakan kakinya di negriku ini. . .
Tepat pada hari 17 boelan 8 tahoen 1945,bangsa kami baru merasakan kemerdekaan yg sesungguhnya. . .
Kami akan trus menjagamu,. . .
Kami akan terus memajukan bangsa ini,
Indonesia yg trcinta. . . .
Tetaplah trus berjaya,mengembangkan harkat & martabat bngsa. . .
Sekarang dan slama lamanya. . , .
Merdeka. . . . . .

by:leander vans jansens

Tuesday, July 27, 2010

Sinopsis Magical story

Tujuan adalah sebuah impian dengan tenggat waktu.-Napoleon Hill

Sturtevent adalah seorang seniman yang miskin gambar-gambar nya selalu di tolak editor dan dia adalah orang yang menemukan buku rahasia itu.

Tindakan adalah ukuran nyata dari kecerdasan-Napoleon Hill


Dan Currier ,Aku adalah teman Stutevent yang sangat ingin tahu rahasia itu

Semua kesuksesan,semua kekayaan yang berhail diraih,berawal dari sebuah gagasan –Napoleon Hill

Akhirnya aku bertemu Stutevent di University place ,Ia di kelilingi sekelompok orang dan Ia melihat ku lalu memberi isyarat untuk bergabung dengan mereka. Dan seorang berkata kepada ku “ sayang sekali,Tn .Currier,seharusnya kau datang lebih cepat Sturtevant baru bercerita pada kami .kisahnya sungguh hebat ,sungguh “ ujarnya dan ia berkata kepada Stutevent “Stutevent ,bagaimana kalau kau ceritakan lagi kisah itu ,untuk Tn. Currier?” . “ kenapa tidak?” aku yakin Currier,entah bagaimanabelum sempat mendengarkan kisah itu ada telepon untuk Stutevent .Ia harus kembali kekantor

Semua terobosan yang dibutuhkan dalam hidup Anda sedang menunggu di dalam imajinasi Anda .Imajinasi adalah bengkel di benak Anda ,dia mampu mengubah energi menjadi pencapaian dan kemakmuran-Napoleon Hill

dan aku berkata “kau harus menceritakan padaku sekarang dengan emosi .”Baiklah,”ujarnya duduklah disini .aku menemukan kisah itu dalam kliping tua yang ku beli di Ann Street dengan harga tiga sen .Sama sekali tak ada keterangan siapa yang menulisnya .”begini saja ,sobat .aku tak akan pergi satu atau dua jam bawalah kunciku dan tunggu aku dikamarku .dimeja kau akan menemuakan buku kliping tua bersampul kulit mentah .aku yakin dibuat oleh sang penulis kisah ajaib.tunggu aku dikamarku sampai aku kembali.”

Aku menemukan buku itu tanpa kesulitan .sebuah buku buatan sendiri .Susunan kata-kata nya merupakan kombinasi tak lazim dari gaya abad ke-17 dan 18 ,dan sisipan huruf miring dan huruf besarnya hanya mungkin di ciptakan oleh otak sang penulis

Ide, rencana , atau tujuan apa pun dapat dipatri di dalam benak dengan memilikinya terus menerus.-Napoleon Hill

Isi buku :

Ayah ku , wktu itu adalah seorang pelaut yang di masa muda meninggalkan pekerjaannya dan menetapdi sebuah pekebunan di koloni Virginia.

Saat umurku sepuluh tahun ibuku melayang pergi dan dua tahun kemudian ayahku menyusulnya .meskipun demikian masih ada teman-teman sementara waktu mengurusku .

Keberuntungan kadang tersenyum pada sang calon korban karena sifatnya yang amat kejam .seperti itulah yang aku alami .aku berhasi di usia 27 tahun ,telah memiliki tempat yang .tak sampai 4 tahun sebelumnya ,masih menjadi tempat yang memperkejakan aku .meskipun demikian ,keberuntungan adalah batu jade yang harus dikerasi : jangan pernah dimanjakan .

Inilah pelajaran kedua yang harus dicamkan :

Keberuntungan sukar didapat dan hanya bisa diperoleh dengan kekuatan .perlakukan dia dengan lembut dan dia akan meninggalkan mu untuk mencari orang yang lebih keras .(Dalam hal ini , kukira ,dia tak seperti wanita mana pun yang aku kenal).

Sebelum seseorang mencapai kesuksesan ,dia pasti akan berharap bdengan kekalahan dan mungkin beberapa kegagalan. Ketika kekalahan menimpa seseorang ,hal yang palingt masuk akal dilakukan adalah menyerah .justru itulah yang telah dilakukan hampir semua orang.-Napoleon Hill

Pelajaran ketiga:

Kegagalan hanya ada dikuburan manusia ,jika masih hidup ,berarti belum gagal.

Pelajaran ke empat :

Carilah teman-teman yang giat dan rajin karena mereka yang berpangku tangan hanya akan menyerap habis tenagamu .

Pelajaran ke lima :

Penderita Ishmaelite dan penderita lepra bernasp sama ,keduanya dijauhi oleh orang lain – walaupun sebenarnya mereka sangat berbeda ,karena yang pertama bertubuh sehat. Sakit yang pertama sepenuhnya disebabkan oleh pikiran :sakit yang kedua ditimbulkan oleh racun di dalam darah.

Gaji besar dengan tanggung jawab kecil adalah hal yang jarang terjadi.-Napoleon Hill

Pelajaran ke enam dan yang terakhir : (tidak bisah di ungkapkan dalam 1 kalimat dan paragraph)

Aku ingat sekali awal bengkitnya kesadaran ku .alas tidurku adalah gundukan serutan kayu dibagin belakang bengkel pembuat tong tempat kerja ku dulu .

Itu adalah mimpi yang membawaku pada keyakinan – bukan ,pada pengetahuan-bahwa aku memiliki dua pribadi: dan pribadiku yang lebih baiklah yang mengulurkan bentuan padaku.Aku pernah mendengar istilah “kepribadian ganda “

Ada dua kepribadian yaitu : pribadi positif dan pribadi negatif .bersikanlah tubuh itu dan aku (pribadi positif) akan menempatinya .

Rawat harapan dan impian Anda seolah mereka adalah jiwa anda dan cetak biru dari pencapaian puncak Anda-Napoleon Hill

Ciptakan sebuah rencana yang pasti untuk melakukan hastrat anda dan mulailah segera .siap atau tidak ,segera ubah rencana tersebut menjadi tindakan-Napoleon Hill

Jangan takut pada siapa pun atau apa pun ,karena rasa takut adalah cirri pribadi negatif

Berteman lah siang dan malam dengan pribadi positifmu

Jangan minta ijin pada siapa pun untuk bertindak .

Pribadi negatif meminta bantuan ,pribadi positif memberinya. Keberuntungan menunggu dalam setiap langkah yang kau ambil tangkap dia, ikat dia ,dekap dia ,karena dia milikmu.dia adalah kepunyaanmu

Selalu waspada .pribadi mana pun yang menguasaimu ,pribadi satunya selalu menunggu di dekatmu .Hati-hati jangan sampai yang jahat sampai masuk ,walau pun sesaaT.

Jika kalau penuturan ku tak sempurnahnya dapat dipahami ,pribadi positif akan melengkapi kekurangan tersebut .rahasia kebaikan sempurna ini – rahasia untuk menjadi apa yang telah kau miliki didalam dirimu.

sumber: Magical story (book)

Karya : Napolepn Hill

Peringkas: N (Noviandi99@yahoo.co.id)

Monday, July 26, 2010

CINTA DALAM HATI



Ku lihat rembulan d matamu. .
Ku lihat kesempurnaan cantik d wajah mu. .
Ku slalu mengagumiku. .
Tapi. . . .
Ku tak mengenalmu. .
Bertapa indahnya bila kau dekat denganku. .
Bertapa bahagianya bila kau jadi milikku. .
Meskipun kau tak tau. .
Ku slalu ingin kau mengetahuinya. .
Tapi itu hanyalah mimpi bagiku. .
Kau hanya dapat ku lihat dan tak dapat ku miliki. .
Waktu trus berjalan,hari pun berganti. .
Ku masih tak mampu mendapat kan mu . .
Oh. .
Pujaan hatiku. .
Pahamilah aku. .
Hingga akhir waktu. .

By: Leander van (irvan_near@yahoo.co.id)

Monday, July 12, 2010

kata mutiara ( motivasi dan nasehat )

"janganlah anda memikirkan masalah masa lalu anda yang kurang indah.
karena itu hanya membuat sakit hati anda 1000kali lipat bahkan lebih,
daripada anda merasakan hal yang kurang indah itu
saat anda merasakannya pertama kali"

"kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana -mana
walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta namun dengan kejujuran ,
hidup kita akan bebas dari perasaan was-was, takut, dan cemas"

"berpikirlah kedepan , lupakan hal yangtidak anda inginkan pada masa lalu..
berjalanlah denghan apa adanya dan berniatlah kau melakukan mimpimu...
karena itu adalah modal utama anda dalam mewujudkanimpian anda.."

"cinta itu memang indah , bahkan lebih indah dari segalanya ketika
kita benar-benar sadar dan merasakannya
tapi janganlah kau terperangkap dalam perangkap cinta ,
kecuali cinta kepada orang tua mu..
itulah cintayang terasa paling indah di bandingkan dengan cinta lainnya.."

by: irvans ( Leander Van Jansens (irvan_near@yahoo.co.id)

puisi sahabat

Sahabat

Memang diriku terbelenggu lugu
Memang ku tak bisa mencari kegembiraanku
ketika ku bertemu dfengan mu
kau menyapaku dengan canda
dan u menyapa dengan senyuman

takku duga sebelumnya
dan tak pernah ku pikir
kaulah mengisi hidupku
kaulah yang membuat ku semangat

suka duka adalah sesuatuyang harus kita hadapi bersama
kau tak pernah membuatku putus asadan kau tak pernah mengecewakanmu

hanya kaulah ku kenang dalam hidupku
dan hanya kau lah andalanku
wahai sahabat ,janganlah kau meninggalkan ku
tunggu aku dalam setiap waktumu
hanya kau lah yang ku banggakan selamanya
sahabat..
by: irvans ( ir.van den bosth (irvan_near@yahoo.co.id)

Friday, July 9, 2010

Putri salju part4 ( superjunior version )


“Terus putri badai bisa datang ke sini karena apa?”, Tanya Kangin.

“Putri salju bukan putri badai!!!!!!!!!”, Heechul teriak sekencang-kencangnya.

“Oh putri soju?????..jadi ingin minum soju…”, kata Kangin lagi.

Putri Heechul jadi pengen pingsan.

“Maklum aja dia itu emang budek, beda sama saya rajin dan murah hati, mandi dua kali sehari, sikat gigi lima kali”, kata Letteuk

“Tapi dia ini juga suka gak nyambung, di tanya apa jawabnya beda”, kata Ryewook sambil nunjuk Letteuk.

“nyamm..nyam..tapi Ryewook cengeng trus masih suka ngompol di celana”, kata Shindong.

“zzzz….tapi Shindong sukanya makan,sampai-sampai pintu kulkas pernah dia makan gara-gara di kulkas gak ada lagi makanan…zzzzzz”, kata Kibum.

“Kalo dia nih kerjanya tidur terus, makan sambil tidur, minum sambil tidur, mandi sambil tidur, ngomong sambil tidur, kerja sambil tidur, dia bobo pun sambil tidur juga. Pokoknya saya yang paling normal di sini”, kata Donghae bangga.

“%%%%%%########@@@@@@@@*****$$$$$%%%%%%%%”, kata Kyuhyun sambil nunjuk Donghae.

“Apa tuh artinya??????”, kata putri Heechul.

“Kyuhyun bilang memang semuanya benar, tapi ada yang ketinggalan saya juga yang paling ganteng disini”,kata Donghae sambil becermin.

“%%%#####@@@@***@@@@”,kata Kyuhyun sambil menyilangkan tangan.

“Ih bukan tuh hyung..kata Kyuhyun salah”, kata Ryewook.

Kyuhyun langsung masuk ke dalam dan keluar sambil pake masker , juga bawa 7 masker lainnya di tangan kanan, dan bawa kotak sepatu di tangan kiri, plus bawa balsem di jempol kaki. Kyuhyun lalu menyodorkan masker buat yang lainnya.

“Ini pelindung rambut ya???”, Tanya Letteuk sambil make masker di atas kepala.

“nyam…bukan hyung di pake di hidung tapi saya masih mau makan nih klo pake masker saya gak bisa makan..nyam..jadi saya gak usah pake masker deh..nyam”, kata Shindong.

Akhirnya semua udah pake masker kecuali Shindong, Kyuhyun lalu membuka kotak sepatu itu rupanya isinya kaos kaki yang dah butek, kumal, dan baunya ampun-ampunan siapa yang tercium kaus kaki ini bisa pingsan.

“Oh ini kan kaus kaki Donghae hyung, dia itu hobby gak nyuci kaos kaki jadi kaus kaki dia tuh bau banget”, kata Ryewook.

“Apa??????”, kata putri Heechul.

“Cuma gak dicuci 5 tahun kok”, kata Donghae sambil nyengir.

Kyuhyun lalu menyingkirkan kotak sepatu yang isinya kaus kaki Donghae lalu membuka masker dan bernapas lega.

“zzzz…untung kita pake masker…zzzz”, kata Kibum.

“Tunggu….Shindong pingsan”, kata Kangin nunjuk ke Shindong yang udah teler. Kyuhyun lalu ngeluarin belsem dan naruh balsem di hidung Shindong tapi sia-sia Shindong tetap teler.

“Udah biarin aja dia di sana sampai besok pagi, soalnya gak ada yang bakal kuat ngangkat dia”, kata Donghae.

“jadi nasibku gimana????”, tanya putri Heechul.

“Putri boleh tinggal di sini tapi harus nyuci, nyapu, ngepel, masak, dan mijitin saya kalau saya lagi capek”, kata Letteuk.

“Duh malangnya nasibku, gak disini gak di istana di suruh kerja terus. Tapi gak apa deh daripada aku bobo di luar”, kata putri Heechul pasrah.

“zzzz..ngantuk nih bobo yuk…zzzzzz”, kata Kibum.

“Tunggu..aku bobonya di mana nih???”, tanya putri Heechul.

“Kamar udah penuh nih..aku bobo dengan Kyuhyun dan Kibum, Kangin bobo dengan Letteuk, trus Shindong bobo dengan Ryewook, tapi berhubung Shindong lagi teler disini bobo aja dengan Ryewook”,kata Donghae.

“Iya temenin aku putri…aku takut bobo sendiri..hiks..hiks..”,kata Ryewook mulai nangis.

Akhirnya semua pergi tidur meninggalkan Shindong yang tergeletak di lantai.

“Kalian pakai ranjang susun ya???”, kata Heechul sambil lihat-lihat kamar.

“Iya aku tidurnya di bawah, Shindong diatas”, kata Ryewook.

“Tapi aku takut bobo di ketinggian nih, aku aja ya yang bobo dibawah”, kata putri Heechul.

“Tapi putri….”, kata Ryewook yang belum selesai bicara udah dipotong Heechul.

“Kalo kamu melawan, aku biarin kamu bobo sendiri disini”,kata Heechul sambil ngeluarin taring ala vampir Twilight.

“Iya deh..”, kata Ryewook pasrah sambil naik ke ranjang atas.

Heechul lalu pergi matiin lampu kamar.

“Jangan di matiin putri aku takut gelap..hiks..”, kata Ryewook nangis lagi.

Putri Heechul lalu nyalain lampu lagi, lalu naik ke tempat tidur siap-siap mimpi pangeran Siwon.

“Putri….”, kata Ryewook.

“Apa lagi sih???”, kata putri Heechul kesal.

“Aku gak bisa bobo kalo gak ada boneka upin dan ipin, itu bonekanya masih di ranjang bawah”, kata Ryewook.

Putri Heechul lalu ngelirik kearah boneka upin dan ipin yang di pojokan tempat tidur lalu nyerahin ke Ryewook.

“Gak ada boneka lain apa???...Boneka kayak tuyul gini dipelihara”,kata putri Heechul.

“Kami nih bukan tuyul”, kata boneka upin.

“Betul..betul..betul..”, kata boneka ipin.

“Ah…boneka setan bisa ngomong!!!”,kata putri Heechul.

“Bukan ini emang boneka upin ipin yang bisa ngomong, limited edition loh”, kata Ryewook bangga.

Putri Heechul lalu bobo, dia mimpi ngeliat pangeran Siwon yang lagi bawa bunga, Putri Heechul ampe mulutnya nganga karena pangeran Siwon malah bawa bunga kamboja.

“Kok bunga kamboja sih”, kata putri Heechul

“Jangan marah, nih aku bawain jus jeruk”, kata pangeran Siwon

To be continued…

By Livie Yui

oNorma' � � o ��� �?� rin kan aku pergi ke mal trus beli baju yang sama karena diskon, tapi akhirnya aku sadar kalau aku tuh kelinci dan emang gak pakai baju yah udah deh bajunya cuma aku jadiin keset kaki”, kata kelinci Eunhyuk.

To be continued….

By Livie Yui (LIVIE_Z@YAHOO.COM)